Dari “Lilin Kecil” Menuju Cahaya Besar: Bona Tahun SIMAS Jambi Menguatkan Ikatan, Mengajak yang Belum Bergabung


Jambi, GN - Di tengah rintik gerimis yang turun sejak pagi, halaman rumah keluarga St. L. Br Manik di kawasan Pasir Putih, Kota Jambi, tetap dipenuhi langkah-langkah penuh semangat. Sabtu (18/4/2026) itu bukan sekadar hari biasa, ia menjadi momentum kebersamaan bagi warga asal Simalungun Atas (SIMAS) yang merantau di Kota Jambi untuk kembali meneguhkan identitas, iman, dan persaudaraan.

Sebanyak 19 kepala keluarga dari total 28 anggota Tumpuan SIMAS Kota Jambi hadir dalam Ibadah Syukur Bona Tahun 2026. Jumlah itu mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan komitmen yang tidak kecil, menjaga jalinan kekeluargaan di tanah perantauan.

Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin Penginjil Larmawati Br Purba (Fulltimer GKPS Resort Jambi). Dalam suasana khidmat, para peserta tidak hanya berdoa, tetapi juga memperbarui semangat kebersamaan sebagai satu komunitas yang saling menopang.

Usai ibadah, suasana berubah hangat dan akrab. Makan siang bersama menjadi simbol nyata dari nilai “Sapangambei Manoktok Hitei” bergotong royong untuk mencapai tujuan mulia. 

Hidangan yang tersaji bukan sekadar makanan, melainkan hasil kerja bersama, termasuk sumbangan 12 ekor ayam kampung hasil ternak sendiri dari keluarga Kapten Inf Oslan Purba/Br Jawak.

Tawa, cerita, dan canda yang mengalir di antara anggota memperlihatkan bahwa SIMAS bukan hanya organisasi, melainkan rumah kedua bagi para perantau. MC Bp Kriston Saragih/ Br Purba menambah suasana semakin gembira.

“Lilin Kecil” yang Terus Menyala

Dalam sambutannya, penasehat St. L. Manik mengingatkan kembali sejarah berdirinya Tumpuan SIMAS Kota Jambi pada April 2002 oleh lima keluarga perintis. Ia menggambarkan perjalanan tersebut sebagai “lilin kecil” yang tetap menyala hingga kini.

“Walaupun kecil, tapi terus hidup. Dan hari ini kita melihat nyalanya semakin besar. Tahun 2027, Tumpuan SIMAS genap berusia 25 Tahun. Mari kita rayakan dengan ucapan syukur yang luar biasa,” ujarnya.

St. L Manik juga mengapresiasi pertumbuhan anggota. Ia menegaskan bahwa kekuatan komunitas ini terletak pada kebersamaan dan kepedulian antaranggota.

Pintu Terbuka untuk Saudara SIMAS

Momentum Bona Tahun 2026 juga ditandai dengan bertambahnya satu anggota baru, keluarga Bp Situngkir/Br Girsang. Prosesi penerimaan dilakukan secara sederhana namun penuh makna, menandakan bahwa Tumpuan SIMAS adalah ruang terbuka bagi siapa pun yang memiliki akar dan kerinduan terhadap Simalungun Atas.

Ketua Tumpuan, G. Girsang/Br Sinaga (Bapak Dean), secara khusus menyampaikan ajakan kepada warga SIMAS yang belum bergabung dan ikut arisan yang diadakan pada minggu ke 4 setiap bulannya.

“Ini bukan sekadar kumpulan. Ini adalah tempat kita saling mengenal, saling membantu, dan menjaga budaya kita di perantauan. Kami terbuka bagi semua saudara SIMAS di Kota Jambi,” ungkapnya.

Ajakan tersebut menjadi penting, mengingat masih banyak warga asal SIMAS di Kota Jambi yang belum terhubung dalam wadah ini.

Rangkaian acara semakin semarak dengan manortor, hiburan musik, dan pengundian doorprize. Namun lebih dari itu, setiap momen mencerminkan kekuatan budaya yang terus dijaga dari tortor hingga lagu-lagu Simalungun yang dibawakan oleh para anggota.

Saweran dari penampilan lagu yang dibawakan Sy Rosenman Saragih M (Lagu Ëlvi"), Duet Bp Kriston Saragih-Bp Oslan Purba (Sihol Sukses) dan St Radesman Saragih dengan lagu andalan Berjudul "Boru Manik" bahkan disumbangkan kembali ke kas tumpuan, menunjukkan semangat kolektif yang kuat.

Menjelang penutup, Penginjil Larmawati Br Purba bersama suaminya, E. Damanik, mempersembahkan lagu “Ise Do Ham”, sebuah sentuhan emosional yang mengikat seluruh rangkaian acara dalam suasana haru dan syukur.

Menuju 25 Tahun: Saatnya Lebih Besar, Lebih Bersatu

Tahun 2027 akan menjadi tonggak penting, ulang tahun perak ke-25 Tumpuan SIMAS Kota Jambi. Perayaan ini direncanakan lebih besar, dengan harapan dapat menghimpun lebih banyak warga SIMAS yang tersebar di Kota Jambi dan sekitarnya.

Bona Tahun 2026 seakan menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak ditentukan oleh jumlah semata, melainkan oleh rasa memiliki.

Bagi warga asal Simalungun Atas di Kota Jambi yang selama ini masih berjalan sendiri, pesan dari kegiatan ini jelas, ada ruang untuk pulang, ruang untuk berkumpul, berbagi, dan bertumbuh bersama. Dan mungkin, dari “lilin kecil” itulah, cahaya besar itu akan terus menyala.(GN-AsenkLeeSaragih





Suasana manortor.












0 Komentar