Kebakaran Kios di Jambi Selatan Tewaskan Warga, Masyarakat Diminta Waspada Bahaya Api



Jambi, GN -
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan enam kios pedagang di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (21/1/2026) sekira Pukul 14.00 WIB, menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya kebakaran, khususnya di kawasan padat aktivitas dan bangunan semi permanen.

Dalam insiden tersebut, satu orang warga ditemukan meninggal dunia di dalam kios yang terbakar. Korban ditemukan di dekat pintu kamar mandi dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi. Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran yang menimbulkan korban jiwa akibat keterlambatan menyelamatkan diri dan cepatnya api membesar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran dan ledakan tabung gas. Meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan kepolisian, dugaan tersebut kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas di kios maupun rumah tangga.

Api dengan cepat melahap kios-kios yang sebagian besar terbuat dari kayu dan triplek. Material mudah terbakar tersebut membuat api sulit dikendalikan pada menit-menit awal kebakaran. Kondisi ini diperparah oleh padatnya lalu lintas dan kerumunan warga yang sempat menghambat mobil pemadam kebakaran menuju lokasi.

Damkartan Kota Jambi mengerahkan 13 unit armada dan 120 personel untuk memadamkan api. Armada pertama tiba sekitar 15 menit setelah laporan diterima, dan api baru dapat dipadamkan hampir satu jam kemudian. Beruntung, kebakaran berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke kios lain di sekitarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan usaha kecil dan permukiman padat. Pemeriksaan rutin tabung gas, regulator, serta selang gas harus menjadi kebiasaan. Selain itu, pemilik kios dan rumah dianjurkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) serta memastikan jalur evakuasi tidak terhalang.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak berkerumun di lokasi kebakaran karena dapat menghambat proses pemadaman dan membahayakan keselamatan diri sendiri. Jika terjadi kebakaran, warga diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan menjauh dari lokasi agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Tragedi kebakaran di Jambi Selatan ini menegaskan bahwa kebakaran bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi juga ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa. Kewaspadaan, kepedulian, dan disiplin dalam penggunaan sumber api menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(GN-Red) 


0 Komentar